5 Tips Danish Way Parenting Agar Ibu Tidak Stres Saat Merawat si Bayi Baru Lahir

Baru saja memiliki bayi baru lahir dan menjadi seorang ibu justru membuat Anda jadi stres dan mengalami depresi? Yuk cari tahu cara mengatasinya dengan 5 langkah mudah berikut <p>Baru saja memiliki <strong>bayi baru lahir </strong>dan menjadi seorang ibu baru seharusnya mendatangkan kebahagiaan. Bukankah demikian? Namun, pada kenyataannya, tak jarang kita justru menemui seorang ibu baru yang stres, hingga mengalami depresi.</p>

<p>Ya, menjadi seorang ibu dari seorang bayi baru lahir itu tak pernah semudah yang dibayangkan. Hal ini tak hanya terjadi pada para ibu yang baru saja melahirkan anak pertama mereka, tapi bisa terjadi juga pada ibu yang sudah melahirkan anak kedua, ketiga, dan seterusnya. Dalam buku <a href="https://bentangpustaka.com/read/33957/yuk-kenalan-dengan-the-danish-way-of-parenting–gaya-mengasuh-anak-ala-orang-denmark.html">The Danish Way of Parenting</a> disebutkan, bahwa kekurangan tidur dikombinasikan dengan semua tugas orang tua baru bisa membuat kewalahan. Biasanya hal ini disebabkan oleh masih begitu buruknya manajemen waktu para ibu ketika menyambut si bayi baru lahir, lantaran kasih sayang yang tercurah untuk si kecil tak lantas bisa membuat semua pekerjaan rumah bisa jadi beres dengan sendirinya. Banyak sekali yang harus dilakukan, selain perawatan si kecil, bukan?</p>

<p>Tenang. Berikut ada beberapa trik agar seorang ibu baru bisa terhindar dari stres berkepanjangan—yang bisa berujung pada depresi—dan tetap bisa melakukan pekerjaan rumah dengan baik. </p>

<h1>5 Hal yang bisa dilakukan oleh ibu <strong>bayi baru lahir </strong>agar terhindar dari stres</h1>

<h2><em>Persiapkan diri untuk perubahan emosi</em></h2>

<p>Seorang ibu—terutama yang baru saja melahirkan—harus siap menghadapi perubahan hormon. Hormon seorang ibu baru tak akan pernah sama lagi kondisinya dengan hormon sebelum mempunyai anak, dan hal ini terutama akan berefek pada emosi.<br />
Untuk mengatasinya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan tetap berpikir positif, meski kondisinya memang repot sekali. Tanamkan pada diri sendiri, bahwa kondisi ini tak akan selamanya berlangsung. Juga, tanamkan pada diri sendiri bahwa kita tidak sendirian, banyak ibu baru lain juga mengalami hal yang sama.</p>

<p> </p>

<h2><em>Temukan teman</em></h2>

<p>Dalam buku <a href="https://mizanstore.com/the_danish_way_of_60574">The Danish Way of Parenting</a> juga disebutkan, bahwa reaksi yang dimiliki oleh ibu-ibu baru pada periode sulit ini adalah justru mengurangi jumlah dukungan sosial daripada meningkatkannya.</p>

<p>Ya, mereka malah menarik diri dari pergaulan, tak mau ditemani, atau dikunjungi. Hal ini justru kurang tepat. Ibu baru justru membutuhkan teman seperjuangan, agar mereka lebih kuat mengatasi stres.</p>

<p>Karena itu, temukanlah komunitas yang sesuai. Dewasa ini banyak komunitas ibu-ibu yang bisa ditemukan baik secara offline ataupun online—di Facebook, misalnya. Bergabunglah bersama mereka, dan berinteraksilah satu sama lain.</p>

<p> </p>

<h2><em>Tak sempurna itu wajar</em></h2>

<p>Kadang tekanan itu datang karena ibu bayi baru lahir ini merasa harus menjadi ibu yang sempurna, serbabisa, dan harus dapat memenuhi kebutuhan semua orang. Hal inilah yang kadang membuat sang ibu menjadi tertekan, dan akhirnya mengalami stres. Ibu harus sadar, bahwa tak pernah ada tuntutan untuk menjadi ibu yang sempurna. Karena itu,<br />
jangan berusaha untuk menjadi sempurna.</p>

<p> </p>

<h2><em>Cari bantuan</em></h2>

<p>Karena tak ada ibu yang sempurna, maka wajar jika seorang ibu bayi baru lahir membutuhkan bantuan. Jika ibu memilih untuk merawat si kecil sepenuhnya, maka ia dapat meminta bantuan untuk jenis tugas lainnya. Misalnya untuk beres-beres rumah, mintalah bantuan pada asisten rumah tangga—baik yang penuh waktu ataupun yang paruh waktu saja.</p>

<p>Jika ibu memilih untuk fokus pada pekerjaan kantor, misalnya, maka ia pasti akan membutuhkan bantuan pengasuh untuk merawat si kecil. Tak hanya ibu yang harus menyadari bahwa menjadi tak sempurna itu wajar, tetapi juga orang-orang yang ada di sekitarnya. Suami dan keluarga lain harus mau membantu meringankan tugas ibu semaksimal mungkin.</p>

<p>Jika tak bisa membantu, maka minimal jangan menambah beban dengan meremehkan atau menghakiminya sebagai ibu yang tak becus. Hal ini hanya akan menambah tekanan hingga memperparah stresnya.</p>

<p> </p>

<h2><em>Kelola waktu dengan baik</em></h2>

<p>Salah satu penyebab stres adalah kurangnya waktu istirahat. Bahkan biasanya juga diperparah lagi dengan terlambat makan, tak sempat mandi, bahkan ke toilet pun tertunda. Karena itu, pandai-pandailah mengelola waktu. Sesuaikan jam istirahat dengan jam tidur si bayi, begitu pun soal mengerjakan pekerjaan rumah. Temukan waktu yang pas untuk melakukannya.</p>

<p>Nah, itu dia beberapa tip agar ibu dapat mengatasi stres saat harus merawat si bayi baru lahir yang masih butuh perhatian ekstra. Yang pasti, semua memang harus dikerjakan bersama-sama, karena tugas merawat si kecil dan tugas rumah tangga bukan hanya melulu tugas ibu saja, tetapi juga menjadi tugas ayah. Jadi berbagilah beban, jangan ditanggung sendirian.</p>

<p> </p>

<p> </p>

<p>Sumber foto :</p>

<p>www.unsplash.com</p>Carolina Ratri

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *