Namanya J. Sumardianta, sehari-hari mengajar di SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Selain mengajar, bapak dari tiga anak yang akrab disapa Pak Guru ini adalah penulis yang produktif dan tulisannya tersebar di media-media cetak dan elektronik. Di Bentang, Pak Guru telah sukses merilis buku-buku kumpulan esai di antaranya Guru Gokil Murid UnyuHabis Galau Terbitlah Move on, Mendidik Para Pemenang Bukan Pecundang. Sebulan terakhir, Pak Guru kembali mengeluarkan buku terbarunya berjudul Jatuh 7 Kali, Bangkit 8 kali.

Pak Guru yang juga tinggal di Yogyakarta ini termasuk penulis yang sering menyempatkan mampir di kantor Bentang, dan kehadiran beliau ditunggu-tunggu oleh kru Bentang. Sebabnya, setiap kali mampir beliau selalu membagikan cerita-cerita baru yang lucu dan kontan menyegarkan suasana kantor.

Tidak hanya di dunia nyata, Pak Guru yang juga aktif membagikan ke teman-temannya di akun sosial media facebook, J Sumardianta. Cerita tentang Mesin Pendeteksi Kejujuran ini adalah salah satunya. Semoga menyegarkan hari Senin Anda.

Seorang bapak dipusingkan perilaku anaknya yang selalu berbohong. Anak perempuannya selalu pulang larut malam, bahkan dini hari. Alasannya mengerjakan tugas kuliah bersama teman. Bapak itu mengendus ketidakberesan. Usut punya selidik anaknya pacaran dengan perjaka dari keluarga yang tidak disetujuinya.

Bapak itu lalu membeli robot yang bisa mendeteksi kehohongan—Lie Detector. Robot ditaruh di ruang kerja si bapak. Suatu sore, ketika si anak pamit hendak pergi, bapak menginterogasi anak perempuannya. “Kamu selama ini bohong pada ayah, ya? Tiap malam ngeluyur pacaran”, damprat si bapak. Si anak bilang, “Sumpah Yah. Aku tidak bohong. Belajar beneran.” Robot meninju si anak sampai terjungkal keras.

Begitulah perangai robot bila orang yang sedang dideteksi tidak jujur. “Nah, ini akibatnya kalau mencoba bohong pada orang tua. Bapak boleh ditipu, diri sendiri tidak. Mbok kayak bapakmu ini dulu di waktu muda. Tidak pernah pacaran. Belajar melulu tiap malam”, ujar si bapak. Tiba-tiba si bapak terpelanting ke belakang dihantam robot.

Mendengar suara gedebak-gedebuk, istrinya masuk ruangan. Ibu itu terperanjat melihat anak dan ayah lebam-lebam habis terbanting. “Ada apa to ini? Pak, pak. Sama anak sendiri, kok, tega-teganya menganiaya?” Robot tanpa ampun menyerang si ibu sampai terjengkang. Perempuan itu ternyata juga tidak jujur tentang siapa ayah anaknya.