1466731629576Walaupun Indonesia memiliki jumlah penduduk lebih dari 200 juta, hanya 7,2% dari jumlah generasi muda yang ada yang mampu menikmati bangku kuliah. Tidak dapat dipungkiri, kemiskinan menjadi salah satu penyebab utama sedikitnya generasi muda yang mampu melanjutkan kuliah. Sebagian besar terjebak dalam kemiskinan sehingga tak mampu mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, terutama universitas. Biaya kuliah yang mahal juga memukul mundur anak-anak bangsa yang sebetulnya masih ingin terus belajar.

Sedikitnya jumlah anak bangsa yang mampu mengenyam pendidikan tentu sangat disayangkan. Dengan jumlah generasi muda sebanyak itu, tentu saja ada bermacam potensi yang bisa dikembangkan. Tidak ingin melihat potensi anak bangsa menjadi sia-sia, Surya Burhanuddin, seorang fasilitator sekaligus motivator pun mencoba mendorong generasi muda agar tetap melanjutkan pendidikan. Bagi Surya, pendidikan haruslah diperjuangkan. Setiap anak harus mendapatkan fasilitas pendidikan terbaik supaya mereka mampu menjadi generasi penerus bermasa depan cerah.

Surya telah melakukan banyak hal untuk itu. Dan tentu saja, puluhan orang “terselamatkan” masa depannya, berkat kegigihan Surya dalam memfasilitasi dan memotivasi mereka. Semua anak bangsa yang difasilitasi oleh Surya, berasal dari kalangan tidak mampu. Mulai dari anak tukang becak hingga penjual sayuran. Penghasilan dari pekerjaan tersebut, tentu saja menyulitkan mereka melanjutkan pendidikan tinggi, apalagi ke universitas luar negeri. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat mulia Fajar.

Bahkan, kemiskinan dan ketidakmampuan anak-anak itulah yang menjadi semangat Surya untuk terus mendorong para anak muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.  Surya tak bisa membiarkan berbagai keterbatasan itu terus membelenggu anak-anak muda yang sebenarnya memiliki potensi. Sebab, jika potensi para anak bangsa dibiarkan, maka mereka akan terus jatuh ke lubang yang sama: yaitu kemiskinan. Dan seolah tak ingin melihat hal yang terjadi terus berulang-ulang – Surya pun berusaha sekuat tenaga agar anak-anak tak mampu bisa sekolah setinggi-tingginya, terutama ke luar negeri. Dengan memotivasi dan memfasilitasi pendidikan mereka, Surya berharap – anak-anak itu mampu mengubah nasib mereka dan kawan-kawannya. Sehingga tidak jatuh ke lubang yang sama.

Perjuangan Surya sangat patut untuk diapresiasi. Ia bukan hanya mengejar mimpinya sendiri – tetapi ia juga memperjuangkan mimpi-mimpi orang lain. Bahkan, mendorong mereka semua agar mau bermimpi – termasuk bermimpi bersekolah ke luar negeri.

Sore tadi, Surya Burhanuddin hadir dalam acara Dialog Indonesia di stasiun TVRI. Dalam acara tersebut, ia menceritakan tentang perjuangannya memfasilitasi dan memotivasi anak-anak muda di Indonesia agar terus berkuliah. Kisah mengenai perjuangan Surya sendiri telah dirangkum dalam buku berjudul Para Pemburu Masa Depan yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Surya telah menunjukkan bahwa semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Melalui buku tersebut, Surya telah membuktikan kepada kita semua, bahwa berkuliah di luar negeri bukan sekadar mimpi. Para Pemburu Masa Depan menjadi buku yang mampu mencambuk para generasi muda untuk tidak takut bermimpi setinggi apapun.