Ibu Bebsy mengajak Cican dan teman-teman bertamasya keliling kota. Di kota, ada gedung yang berwarna-warni, jalan yang naik turun, dan gunung yang mengeluarkan balon sabun. Sayangnya, Cican tidak merasa senang. Ada apa dengan Cican?

IMG_20151207_135258[1]

Saatnya bermain telah tiba. Cican dan teman-teman berpetualang mencari harta karun. Mereka bertemu makhluk yang sangat besar dan menakutkan! Apa yang akan terjadi pada cican dan teman-temannya, ya?

Hari ini, Cican dan Cini bermain menjadi kesatria dan putri. Mereka membuat istana yang besar, berjalan melewati gua, dan bertemu monster bermata tiga. Apa yang terjadi selanjutnya? Yuk, ikuti petualangan Cican dan Cini yang seru ini!

Tiga paragraf di atas menjadi sinopsis dari tiga buku Seri Petualangan Cican yang akan terbit bulan Desember ini, “Tamasya Keliling Kota”, “Bajak Laut dan Monster Air”, serta “Kesatria Cican dan PutriCini”. Buku Seri Petualangan Cican ditulis oleh Wahyu Aditya. Wadit, begitu ia disapa, berusaha menuangkan ide-ide kreatif untuk memenuhi kebutuhan anak usia dini akan bacaan yang berkualitas.

Dalam buku yang disajikan full color setebal 20 halaman ini, Wadit menggambarkan petualangan seru Cican dan teman-temannya di dunia Fun Cican. Di tengah-tengah cerita, akan ada pertanyaan kecerdasan untuk merangsang pola pikir/logika anak. Misalnya, pertanyaan atau instruksi untuk menunjukkan jalan menuju sekolah Cican, dsb. Tak hanya itu, di halaman terakhir Seri Petualangan Cican juga dilengkapi daftar kosakata yang muncul dalam cerita, yang bermanfaat untuk memperkaya kosakata anak usia dini.

Melalui Seri Petualangan Cican, Wahyu Aditya bersama tim Mizan berupaya untuk melatih kemampuan verbal dan koseptual anak usia dini, meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas, merangsang logika dasar dan kecerdasan emosi (EQ), membangun karakter anak melalui pesan moral dalam cerita, serta meningkatkan interaksi dan kedekatan emosi antara orangtua dan anak.

@fitriafarisa