aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 launching jodoh 1

Larik-larik diksi romantis yang dikutip Fahd Pahdepie dari Sapardi Djoko Damono di atas, menjadi satu di antara barisan kata romansa yang ditawarkan Fahd, dalam buku terbarunya, Jodoh. Inilah satu di antara tumpukan puisi yang lagi-lagi memabukkan pembaca Fahd dalam suka cita cinta. Lagi-lagi, penggemar Fahd berhasil merayakan keagungan cinta melalui Jodoh yang dengan indah digariskan Fahd.

Nyatanya memang, pembaca Fahd sangat antusias ketika penulis favoritnya naik ke panggung Launching Jodoh, di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta. Siang itu, Jumat (19/12), puluhan pembaca Fahd sibuk menyambut Jodoh mereka dinyatakan launching pada akhirnya.

“Buku ini mungkin bisa menjawab pertanyaan apa itu jodoh sebenarnya,” kata Fahd syahdu.

Dalam buku terbarunya, Fahd bercerita tentang seorang laki-laki dan perempuan yang saling jatuh cinta sejak usia mereka masih kecil. Sempurna, Fahd menyampaikan kisah cinta dua anak manusia sejak keduanya belum bisa mengartika cinta, hingga dua manusia tersebut merasa tak berarti tanpa adanya cinta mereka bersama.

“Saya ingin mengungkapkan kepada setiap orang yang pernah mengalami jatuh cinta pada saat usia masih kecil, jangan-jangan, itu adalah cinta yang sebenarnya? Dan, bisakah kemudian kita jatuh cinta tanpa beban tanpa syarat, tulus seperti cinta kita saat masih kecil?” Tanya Fahd retoris.

Menjelang sore, penggemar Fahd makin larut pada romantisme yang diusung Fahd bersama Jodoh-nya. Sebelum acara ditutup dengan foto bersama dan sesi book signing, Fahd kembali ‘menampar’ penggemarnya dengan diksi manis.

launching jodoh 2

“Jodoh tidak bisa dilepaskan dari dua hal: waktu dan sebab akibat. Maka, jodoh sendiri adalah peristiwa antara kliknya suatu waktu dan sebab akibat,” tutupnya.

@fitriafarisa