Yes Aku Lolos SBMPTNSNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang sebelumnya direncakan berbayar akhirnya ditarik. Bahkan, pemerintah dikabarkan akan membebaskan pula biaya pendaftaran SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Hal ini dinyatakan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir bahwa tahun depan biaya pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN akan digratiskan. Bersama dengan DPR, Kemenristek Dikti memperjuangkan agar pendaftaran masuk PTN baik jalur undangan maupun tulis dimasukkan dalam anggaran negara 2016.

“Ini akan bermanfaat bagi kita semuanya. Terus terang jika kami tidak berpihak kepada masyarakat kami nanti akan didemo,” kata Nasir di kantor Kemenristek Dikti, Rabu 16 September 2015 lalu, seperti yang dilansir dalam Okezone.com.

Tahun lalu, 2015, telah dikeluarkan Rp 200 miliar untuk subsidi SNMPTN yang diberikan ke panitia SNMPTN. Kemudian, untuk SBMPTN yang gratis masih diusahakan dengan memotong anggaran yang tak perlu.

“Anggaran-anggaran di internal Kemenristek Dikti akan dikurangi melalui pembahasan bersama Komisi X DPR,” imbuhnya.

SNMPTN maupun SBMPTN merupakan salah satu hal penting bagi calon mahasiswa untuk meneruskan pendidikannya. Di tahun 2015 sebanyak 693.185 orang jumlah peserta SBMPTN. Meningkat 4,31 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 664.509 peserta. Namun pada tahun 2015, hanya sebanyak 121.653 peserta yang dinyatakan lolos SBMPTN. Meskipun mengalami peningkatan dari tahun 2014 yang hanya sebesar 105.862, namun jumlah peserta SBMPTN yang berhasil lolos baru sekitar 17,5% dari total peserta.

Apakah kamu termasuk ke dalam 17,5 persen tersebut?

Pendidikan Indonesia yang masih perlu diperbaiki lagi terlihat mengharapkan generasi muda untuk mengenyam bangku perkuliahan. Terbukti dari digratiskannya SNMPTN 2016 nanti, dan usaha Kemenristek Dikti untuk membebasbiayakan SBMPTN 2016. Namun dari segi calon mahasiswa, apakah sudah siap?

SMBPTN SaintekBanyak cara yang dapat dilakukan oleh calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi SNMPTN maupun SBMPTN 2016 nanti. Beberapa diantaranya adalah menambah intensitas pembelajaran. Namun menambah intensitas belajar saja belumlah cukup. Calon peserta SBMPTN masih memerlukan strategi untuk mendapatkan universitas yang diinginkannya. Banyak yang mengambil sekolah informal maupun mendatangkan guru les privat untuk persiapan SBMPTN. Namun pelancaran strategi itu juga membutuhkan material yang tepat. Buku pelajaran biasa belum tentu dapat menjawab strategi menjawab pertanyaan yang akan dikeluarkan saat SBMPTN nanti. Maka dari itu, selain menambah intensitas belajar dan mengikuti sekolah informal, strategi mempersiapkan SBMPTN juga bisa didapatkan dengan material yang tepat.

Semoga sukses dengan SBMPTN-mu 🙂

(L. Augusteen)