AAQQNegeri Van Oranje, atau yang lebih akrab dengan singkatan NVO menceritakan lima tokoh; Banjar, Daus, Geri, Lintang, dan Wicak. Kelima tokoh ini merupakan mahasiswa Indonesia yang merantau di negeri Belanda dengan latar belakang berbeda-beda. Ada Banjar yang rupanya merupakan eksekutif muda, Daus yang ternyata pegawai negeri di Departemen Agama RI, Geri yang memang terlahir sempurna, Lintang yang keseringan gagal mencari jodoh, dan Wicak yang mantan mata-mata.

NVO ditulis oleh empat penulis sekaligus, yakni WahyuningratAnnisa TyasRizki Pandu Permana, dan Adept Widiarsa. Riwayat penulisan ini dimulai ketika keempat penulis ini bertemu di ulang tahunnya Wahyuningrat yang sangat fenomenal. Saat itu, Rizki kebagian job desc kipasin satai untuk puluhan orang. Dari situ Rizki bertemu Adept Widiarsa dan Annisa Tyas.

Negeri Van Oranje 1Ide membuat novel justru muncul saat mereka berempat berada di Jakarta. Dengan bermodalkan tissue bekas, mulailah mereka mencorat-coret ide mereka di sebuah kafe. Kemudian mereka berempat menyepakati benang merah cerita dan lima tokoh. Dari sinilah penulisan mereka lanjutkan secara LDR! (re: Long Distance Relationship)

Alasan mereka melakukan LDR adalah karena Rizki kembali ke Belanda, Annisa yang siap-siap penempatan di Meksiko, dan dua penulis lainnya; masih berstatus di Indonesia. Dari sini, pasti terbesit sebuah pertanyaan: kok mereka bisa langgeng ya LDR-annya? Kok mereka bisa menjaga kesetiaan mereka ya?

Hal ini terjawab dengan pembagian penulisan. Semua kebagian membuat beberapa bab dari lima tokoh tersebut dan semua kebagian edit serta review tulisan penulis lain.

“Seru banget! Apalagi pas berantem2nya. Kebayang kan berantem online? Yang lagi LDR pasti tau deh,” curhat Rizki Pandu Permana dalam sebuah TwitTalk Penulis yang diadakan Bentang Pustaka Jum’at lalu. “But it’s paid off. Pas kita tawarin draft awal novel kita ke Bentang Pustaka langsung disambut dengan hangat.”

“Dapet sambutan gitu dari Bentang Pustaka, kita ber-4 langsung girang dan peluk2an ala Telletubies,” lanjut Rizki Pandu Permana curhat.

Negeri Van Oranje MovieKejadian itu terjadi di tahun 2009 dan kemudian ditawari untuk dijadikan film di tahun 2014. Tapi proses deal dengan produser tidak terjadi dalam waktu singkat, mereka harus bertemu beberapa kali untuk mencapai kesepakatan. Alasannya, mereka ingin memastikan bahwa film ini bisa membawa pesan-pesan yang kurang lebih sama dengan novelnya.

L. Augusteen