ariysoc tnt horor

Menjadi tantangan tersendiri bagi Ariy untuk menulis cerita horror di The Naked Traveler: Anthology Horror, bersama Trinity dan delapan penulis lainnya. Sebab, buku yang ia dan teman-temannya garap bergenre non fiksi, sehingga harus sesuai fakta dan bukan khayalan saja.

Namun, berprofesi sebagai traveller yang memang doyan ke sana- ke mari, membuat Ariy dengan senang hati membagi pengalaman misterinya. Dalam bukunya, Ariy bercerita tentang kejadian-kejadian ganjil yang ia alami saat tinggal di Semarang. Ariy membeberkan pengalaman horor di gedung seberang Lawang Sewu yang ia sewa bersama teman-teman. Tak hanya ia yang mengalami hal aneh, beberapa teman pun merasakan hal yang tak biasa

Di Semarang, Ariy menemukan banyak tempat bernuansa horror. Mulai dari Lawang Sewu, yang tak masuk dalam urutan nomor dua tempat terseram se-Asia versi CNN, hingga wisata misteri. “Semarang menyambut saya dengan cara berbeda. Saya sempat melihat orang meninggal laka di dekat tempat saya kos, orang gantung diri di teras,” kenangnya bergidik.

Ariy sendiri selama di Semarang kos di daerah Jatingaleh, yang konon adalah kawasan paling seram se-Semarang. “Di malam pertama saya menginap, saya langsung ‘tindihan’,” bebernya. Bukan ingin mengecap Semarang sebagai kota yang menyeramkan, ia hanya ingin membagikan kisah nyatanya. Ariy menuliskan kisah lengkapnya dalam Gedebug!, di The Naked Traveler: Anthology Horor.

@fitriafarisa