Brave New World Bentang Pustaka“Oh, tidak, aku tidak mau bermain dengan anak-anak Delta. Dan, anak Epsilon masih lebih buruk. Mereka begitu bodoh sampai tak bisa baca tulis.” – Brave New World.

Brave New World adalah sebuah karya fenomenal di era Perang Dunia I, di mana Aldous Huxley memiliki pemikiran bahwa manusia terkadang didesain untuk mencintai takdirnya yang terelakkan. Bahkan, dalam bukunya, ia menceritakan bahwa manusia sudah diciptakan untuk masuk ke kelasnya masing-masing sejak bayi dengan proses yang dinamakan hypnopaedia.

Proses itu mengklasifikasikan manusia ke dalam 5 kelas. Kelas Alfa, Beta, Gama, Delta, dan Epsilon. Mereka sengaja dibentuk agar saat dewasa ada yang mampu menjadi Kontrolir Dunia dan ada yang mau menjadi tukang bersih-bersih toilet.

Perbedaan itu mereka ciptakan dengan pemberian kadar oksigen sewaktu manusia masih janin. Hanya diperlukan 75% kadar oksigen untuk menciptakan seorang Epsilon. Dan semakin pintar individu tersebut, maka akan semakin banyak kadar oksigen yang diberikan pada janin tersebut.

Kelas yang buruk dimulai dari kelas Gama. Mereka bodoh. Namun yang lebih parah dari Gama adalah Delta, kemudian Epsilon. Mereka bahkan tidak bisa melakukan baca tulis karena terlalu bodoh. Dan menjijikan. Mereka dipakaikan warna hitam. Warna yang menjijikan.

Yang terpintar adalah kelas Alfa. Dengan kepintarannya, mereka mampu melakukan hal-hal yang berat. Dan bersyukurlah kamu yang Beta. Kamu tidak bodoh dan tidak melakukan hal-hal yang berat.

Jadi, kelas apakah kamu?

 

 

L. Augusteen.