Novel Tenaga Kerja Istimewa (TKI) telah menjadi fenomena baru di tanah air. Setelah memikat lebih dari 1,6 juta pembacanya di Wattpad.com, Bentang akhirnya memenuhi permintaan para pembaca untuk menerbitkan naskah yang ditulis oleh Naiqueen dalam bentuk buku.

Meskipun di dunia maya sudah mendulang banyak pembaca, proses penerbitan buku ini tetap melalui proses editing yang ketat. Seperti apa pengalaman editor Bentang mengedit Tenaga Kerja Istimewa, simak penuturan Dila Maretihaqsari, editor fiksi Bentang Pustaka, berikut ini.

Apa menariknya cerita TKI hingga dibaca sampai 1,6 juta pembaca?
Cerita cinta tentang perbedaan yang besar pada karakternya selalu menarik perhatian.  Diceritakannya juga dengan bahasa yang puitis khas Naiqueen. Yang bikin menarik lagi, ini settingnya di Arab Saudi, tokohnya seorang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) pula. Hampir nggak ada cerita roman populer yang seperti ini. Karakter utamanya juga kuat dan memikat, Annisa dan tentu aja Pangeran Yousoef, atau panggilan sayang para pembaca ((Pangeran Ucup)) :)))).

TKI itu bercerita tentang apa sih?

Bercerita tentang Annisa, seorang TKI yang menikah secara paksa dengan pangeran dari keluarga bangsawan Arab. Ceritanya menarik banget, tentang perbedaan latar belakang, budaya, ekonomi, juga karakter. Semuanya itu akan bikin pembaca sulit berhenti baca sebelum halaman terakhir 😀

Mengapa Bentang menerbitkan TKI?

Selain karena ceritanya unik dan menarik, tentu saja. Juga karena permintaan yang besar dari para pembaca setia Naiqueen di akun Wattpadnya. Permintaan untuk diterbitkan, biar bisa dibaca lebih banyak orang.

Ceritakan dong proses sampai ketemu TKI

TKI udah jadi obrolan hangat di setiap rapat redaksi. Kabarnya novel itu memang booming banget di Wattpad. Para editor pun akhirnya ngikutin ceritanya. Sama kayak para pembaca militan yang membanjiri kolom komen di Wattpad, editor setuju ceritanya emang menarik dan nagih banget. Saat mau menghubungi Naiqueen, ternyata doi udah kirim email ke Bentang mengajukan naskahnya. Nah, jodoh kan ya! :). Lalu, saya hubungi Naiqueen bahwa naskahnya kami terima dan nawarin kontrak penerbitan. ibanget dengan responsnya Naiqueen, doi juga excited banget! 🙂

Ceritakan juga dong proses edit buku ini

Proses editing TKI cukup “njelimet” juga. Ada beberapa bagian yang harus disesuaikan, diriset ulang, dan diperjelas agar logika cerita makin mantap. Misalnya, tentang studi Pangeran Yousoef di London. Dia jadi…*ah sudah deh, pasti lebih asyik baca sendiri, hehe*. Naskah ini dipegang oleh dua editor, saya dan Ika Yuliana Kurniasih. Proses editing, meski bolak-balik penulis editor, tetap berjalan lancar. Ini karena Naiqueen sangat kooperatif dalam proses revisi, tepat deadline, fast response dalam diskusi, dll. Kami melakukan semua proses itu via surel :). Overall, pengalaman mengedit TKI sangat seru dan menyenangkan :). Semoga buku ini bisa sampai ke tangan banyak pembaca 🙂