Siaran buku Darklit, Bentang Pustaka di RRI Yogyakarta, Rabu, 4 Agustus 2015.  Bersama editor, dan para penulis Darklit.

Siaran buku Darklit, Bentang Pustaka di RRI Yogyakarta, Rabu, 4 Agustus 2015. Bersama editor, dan para penulis Darklit.

Menilik masa lalu, tanpa ragu RRI dinobatkan sebagai corong media yang mensukseskan kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Dengan jangkauan siarannya pada masa itu, proklamasi yang dengan gagah dan sakral digelorakan Soekarno, berkumandang anggun seantero Indonesia.  Tak hanya itu, masih pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 19.00, proklamasi kembali dibacakan oleh Yusuf Ronodipuro.

70 tahun mengudara, Radio Republik Indonesia (RRI) setia menjadi media yang menyuguhkan informasi terpercaya. Dalam usia yang kian dewasa, RRI tak henti menjadi media komunikasi yang aktual, tanpa melupakan unsur edukasi, seni, hingga hiburan.

Dalam andil mencerdaskan bangsa, RRI mengusung perihal literasi dalam bidang edukasi. Salah satunya, diwujudkan dengan kerjasama dengan Bentang Pustaka, dalam program siaran Resensi Buku. Setiap satu bulan sekali, Bentang Pustaka bergabung bersama RRI Yogyakarta, membawa buku-buku Bentang untuk dibedah bersama pendengar setia. Bentang hadirkan buku-buku terbaik dan terbaru, yang diulas secara langsung oleh editor, hingga menghadirkan pula penulis-penulis kenamaan. Sebutlah Mahfud IkhwanAndrea Hirata, hingga beberapa penulis besar Bentang Pustaka lainnya, pernah singgah untuk siaran bersama RRI.

Tentu saja, RRI dan Bentang Pustaka sama-sama berharap, dapat menjadi media yang meliterasi masyarakat secara cerdas, kreatif, dan asik. Agar supaya masyarakat Indonesia unggul dalam hal literasi dan edukasi.

Selamat 70 tahun mengudara Radio Republik Indonesia! Tetap dan semakinlah berjaya! Selamat Hari Radio Nasional, seluruh radio di Indonesia!