istriku seribuPernahkah kau temukan manusia yang menjadi muara bagi begitu banyak penderitaan, keluhan dan kemarahan dalam hidup? Manusia yang dengan rela menjadi kubangan dimana segala derita tertumpah? Manusia yang dengan ikhlas menjadi tempat sampah bagi seisi bumi?

Jika belum, maka kukenalkan padamu laki-laki ini, laki-laki yang menjadikan semesta sebagai istrinya. Namanya adalah Cak Nun. Ia adalah laki-laki sederhana yang mengisi hari-harinya dengan berkeliling dari tempat ke tempat, menghibur mereka yang susah. Membela mereka yang tertindas. Menjadi teman bagi semua manusia, apapun jabatannya, profesinya, maupun keadaan jiwanya.

Seribu istrinya yang berada di seluruh dunia, di seantero pelosok bumi, menjadi kecintaannya. Maka Cak Nun rela, menjadi tempat sampah bagi keseluruhan istrinya itu. Semata bagi cintanya pada Yang Satu. Hanya Ia Yang Satu lah kemana cinta sejatinya berlabuh.

Bentang Pustaka kini menghadirkan kembali kepadamu karya dan buah pikir dari Cak Nun, yaitu Istriku Seribu, yang mengungkap fenomena poligami, monopoligami, ataupun polimonogami. Fenomena ini diungkap melalui perdebatan menarik antara Yai Sudrun dan Cak Nun. Istriku Seribu ini termasuk dalam paket seri ilmu hidup yang akan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Paket Seri Ilmu Hidup ini dapat menjadi dayung bagi perahumu yang sedang mengarungi lautan kehidupan yang pelik dan penuh gelombang. Agar tidak ada lagi, perahu-perahu yang tenggelam dan karam terlalu cepat.

Talitha Fredlina Azalia