Kiri: Kharisma Jati sebagai pembicara utama. Kanan: M. Tanfidz Tamammudin sebagai moderator.

Kiri: Kharisma Jati sebagai pembicara utama. Kanan: M. Tanfidz Tamammudin sebagai moderator.

Jumat (4/09), digelar Angkringan Komik 4 Edisi Khusus Road to Mangafest: Komikus Lokal Prestasi Internasional. Bertempat di Kebun Saung Bentang Pustaka, Angkringan Komik kali ini lebih berfokus pada bincang-bincang tentang industri komik lokal dihadapkan dengan industri komik internasional. Angkringan Komik 4 menghadirkan kru Mangafest 2015, Aisah Puspa (komikus Love Deadline), serta komikus kenamaan Indonesia, Kharisma Jati, sebagai pembicara utama.

Kharisma Jati sendiri adalah seoarang komikus asal Yogyakarta yang karya-karyanya telah banyak dikenal masyarakat luas. Hasil coretannya yang sedikit nakal dan tak jarang satir, kerap kali membuat pembaca gemas. Sebutlah karya-karya Jati seperti Die Jüden die (2005), Dead Terrorism (2006), Komik Interruptus (2007), Trio Ngising & Monster Tai (2007); God You Must be Joking (2011), Radical Comic Vol. 4.5: Drunk in Public (2009). Hingga yang paling populer Anak Kos Dodol Dikomikkin. Jati mengaku, dirinya mulai membuat komik pada umur 5 tahun. Namun, baru pada tahun 2000-an ia masuk ke industri komik tanah air.

“Pada zaman modern seperti ini, komikus makin dipermudah dengan adanya digital printing untuk urusan percetakan komik, juga dibantu oleh media sosial untuk hal marketing,” kata Jati. Dengan adanya realitas tersebut, Jati berpendapat, bahwa sebenarnya kian mudah bagi komikus lokal membuat karya ciamik yang bahkan mampu tembus hingga ke pasar internasional. “Masalahnya, komikus sering lupa, bahwa karyanya akan dibaca orang lain. Maka, kenalilah pembaca dengan baik,” tambahnya.

Faktanya, hingga saat ini industri komik di Indonesia memang cenderung minim. Oleh karenanya, kian digalakkan berbagai kegiatan yang mampu mendorong minat masyarakat Indonesia terhadap industri komik, salah satunya Mangafest. Ajang tahunan bergengsi ini akan digelar pada 17-18 Oktober tahun ini. “Akan banyak keseruan di Mangafest, seperti talkshow gratis dengan Watanabe dan manga competition,” ujar salah satu kru Mangafest 2015.