Dalam waktu tak lama lagi, dunia buku digital di Indonesia akan diramaikan oleh sebuah platform membaca berbasis langganan. Penyedia platform ini, sebuah startup di Russia yang menyebut diri mereka Dream Industries, menawarkan sebuah pengalaman baru membaca secara sosial lewat aplikasi yang mereka namakan Bookmate. Seperti halnya soulmate, Bookmate berambisi menjadikan platform yang dibuatnya sedekat mungkin dengan teman jiwa bagi para pecinta buku. Salah satu tawaran yang sulit ditolak adalah, sekali berlangganan, kita akan disuguhi akses ke lebih dari 500 ribu koleksi buku elektronik dari sekian banyak mitra penerbit yang telah bekerja sama, termasuk, sebentar lagi, koleksi buku bermutu dari penerbit Indonesia.

Sejak Amazon menginvasi industri buku dengan perangkat Kindle dan layanan konten digitalnya yang massif, perlahan banyak pembaca konvensional beralih mengonsumsi bacaan elektronik. Tempat yang sempit dengan rak buku terbatas dapat dengan mudah diatasi dengan rak buku dan konten digital selama perangkat yang kita miliki, umumnya telepon pintar, memiliki kapasitas penyimpanan file cukup besar. Koleksi buku yang kita simpan juga akan dengan mudah dicari lewat fitur search, termasuk kemudahan mengatur besar kecil teks yang sangat membantu pembaca untuk menyesuaikan dengan kenyamanan mata. Singkatnya tak perlu lagi aktivitas membersihkan debu dari rak buku yang sudah semakin jarang kita tengok.

Namun, Amazon tidak merevolusi semua hal. Dari sisi transaksi, buku yang kita beli dari hampir semua penyedia layanan buku digital umumnya dijual satuan, per eksemplar kalau kita menyebut buku fisik, tak ubahnya seperti transaksi buku di toko-toko brick and mortar. Jumlah buku yang kita miliki pada akhirnya berbanding lurus dengan seberapa besar anggaran yang kita alokasikan. Pertanyaannya,  bagaimana jika kita hanya ingin membaca saja tanpa perlu memiliki bukunya? Terlebih, bagaimana jika kita ingin memiliki seluruh kepustakaan Amazon tanpa harus membeli semua bukunya satu per satu? Inilah peluang yang dilihat oleh Bookmate.

Aplikasi Bookmate memungkinkan para pembaca militan memiliki akses mencakup semua koleksi buku dalam katalog dengan skema berlangganan. Lagipula, cara ini cukup efektif bagi perangkat yang terbatas area penyimpanannya, atau perangkat tidak memiliki tempat ekstra untuk memuat storage eksternal, biasanya berupa microSD yang kini dapat diperluas sampai sebesar 128 Giga Byte. Anggaran belanja buku yang terbatas serta kendala storage yang sama terbatasnya dalam perangkat pengguna dijawab dengan biaya langganan buku yang terjangkau dengan fasilitas penyimpanan terpasang pada server platform, dalam hal ini Bookmate. Plus, karena aplikasi ini memiliki fitur berbagi secara (media) sosial, pembaca dapat dengan mudah berbagi kutipan, paragraf, dan hal-hal menarik lainnya yang bukan tidak mungkin akan menjadi viral dan menambah kemungkinan orang lain membaca buku yang sama, tentu saja setelah terlebih dulu berlangganan. Bahkan diyakini fitur sosial inilah salah satunya yang dapat mendongkrak pendapatan penerbit. Sebab, penerbit akan memperoleh penghasilan optimal ketika biaya langganan pengguna dibelanjakan pada satu dan atau beberapa buku secara spesifik alih-alih pada puluhan buku sekaligus. Maka penerbit perlu meyakinkan pembaca dengan konten yang menarik ketika pembaca memiliki akses tak terbatas untuk membaca ratusan buku lainnya.

Karena Bentang dan penerbit di kelompok Mizan, Noura books dan Mizan Pustaka, termasuk di antara early adapter terhadap platform ini, menarik memperhatikan apakah tawaran membaca secara berlangganan akan memicu banyak orang untuk berduyun-duyun memasang aplikasi Bookmate dalam perangkat pintar pembaca? Dari sisi penerbit, tantangan besar yang perlu dipecahkan adalah saluran pembayarannya. Semua transaksi elektronik sangat bergantung pada transaksi nontunai. Sementara itu jumlah pemegang kartu kredit juga masih terbatas. Saya membayangkan betapa sulitnya bagi pembaca belia seusia SMP dan SMA membeli buku secara nontunai karena tidak memiliki kartu kredit misalnya. Dalam situasi inilah peran penting perusahaan besar telekomunikasi yang menghimpun dana para penggunanya melalui pulsa, utamanya pelanggan prabayar. Setelah lama diwacanakan pulsa kini sudah dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Selesai dengan cara pembayaran, menurut saya tantangan lainnya akan muncul semisal menyediakan kebutuhan konten meriah dengan harga murah. Konon Bookmate yang menggandeng Indosat menetapkan dua skema langganan yaitu reguler dan premium. Tentu biaya kedua jenis berlangganan ini akan berbeda dengan koleksi buku yang juga disesuaikan. Menurut saya batas psikologis untuk premium itu sebesar 50 ribu per bulan, kalau bisa kurang tentu akan lebih baik. Akan tetapi seperti iTunes merevolusi industri musik dengan menawarkan track lagu yang dapat dibeli terpisah, tidak mesti satu album penuh, mungkin aplikasi semacam Bookmate perlu menawarkan hal serupa di luar biaya langganan. Toh kadang kita hanya perlu membaca bab-bab awal saja untuk menentukan apakah kita akan komit menamatkan membaca hingga akhir. Barangkali cara ini akan melejitkan konten buku seperti pernah dilakukan oleh penyedia konten di Indonesia yang pernah menjual konten meriah seharga seribuan rupiah saja. Seperti kata pepatah, lain kolam lain pula ikannya.

Salman Faridi