Pernahkan Anda melihat Ayah Anda berkeluh kesah mengenai pekerjaannya? Pernahkah Anda melihat Ayah Anda putus asa karena membiayai Anda? Atau pernahkah Anda menyaksikan Ayah Anda menangis di depan Anda?

Seperti yanAyah - Andrea Hiratag digambarkan Andrea Hirata dalam karyanya yang berjudul Ayah, mengisahkan perjalanan hidup seorang Sabari, sang Ayah, yang amat mencintai Marlena sejak tes awal masuk sekolah menengah atas. Cinta Sabari terhadap Marlena ini seolah tak lekang oleh status Marlena yang suatu saat hamil di luar nikah. Bahkan dengan tulus, Sabari menawarkan diri untuk menjadi suami Marlena.

Zorro, anak Marlena, dan bukan anak biologis Sabari, pernah ditinggal ibunya karena perceraian dengan ayahnya. Namun Sabari, karena saking besar cintanya pada Marlena, menganggap Zorro adalah kehadiran Marlena hingga mau berbuat apa pun untuk membahagiakan Zorro. Sekali pun dia harus melukai kakinya dan kalah dalam perlombaan maraton yang rencana awalnya, jika ia menang, akan ia berikan piala besarnya itu pada Zorro.

Cinta Sabari, sebagai seorang ayah, sangat sederhana. Sesederhana ia menggambarkannya dalam tiga tahap.

“Ingat Boi, dalam hidup ini semua terjadi tiga kali. Pertama aku mencintai ibumu, kedua aku mencintai ibumu, ketiga aku mencintai ibumu,” – Sabari.