By Rhein Fathia

By Rhein Fathia

Cinta tak selalu tentang cerita indah yang diharapkan. Cinta pun tak selalu mengenai kedamaian, ketentraman, dan segala sesuatu yang berujung nyaman. Terkadang, cinta adalah tentang menghadapi ketakutan terbesarmu, begitu kurang lebih yang ditekankan Rhein Fathia dalam bukunya berjudul Gloomy Gift. Bukankah setiap manusia memiliki ketakutannya masing-masing? Bukankah manusia seringkali dibuat lemah atau kalah atas apa yang ia takutkan? Begitu pula dengan cinta. Dalam Gloomy Gift , Rhein Fathia ingin menunjukkan, sanggupkah kekuatan cinta meluluhkan ketakutan terbesar manusia? Mampukah takut yang melemahkan atau bahkan mengalahkan manusia diredam oleh cinta?
Keteguhan cinta tak jarang bertemu uji. Gloomy Gift bercerita tentang ujian kekuatan cinta sepasang kekasih, Kara dan Zeno. Rencana pernikahan keduanya dibawa dalam garis abu-abu karena sisi lain Zeno yang tak pernah Kara ketahui sebelumnya, terbongkar pasca hari pertunangan mereka dan tiga bulan menuju pernikahan. Identitas Zeno yang sebenarnya kemudian membuat Kara begitu dilema, karena dengan tetap bersama dengan Zeno, Kara harus siap menghadapi ketakutan terbesar dalam hidup yang selama ini melemahkan dan mengalahkannya. Kara menemukan konteks; terkadang, cinta adalah tentang menghadapi ketakutan terbesarmu.
Gloomy Gift  terkesan amat berbeda dari cerita-cerita cinta pada umumnya yang menonjolkan unsur-unsur romantisme dengan kisah yang mengharu biru. Gloomy Gift, pembaca dibuat tegang dan berdebar dengan adegan-adegan action seperti pengintaian, perkelahian, hingga penembakan. Unsur romantisme dalam buku ini justru kian menonjol dan menghanyutkan karena cerita cinta tokoh dipadukan dengan realita yang menegangkan dan memicu detak jantung. Banyak kejutan-kejutan tak terduga yang mendorong pembaca terus mengikuti buku ini hingga akhir. Ujian akan kesetiaan, persahabatan, komitmen, hingga pengkhianatan menjadi atmosfer yang kental dalam buku ini. Rhein begitu cerdas berimaji dan berdiksi sehingga Gloomy Gift sukses menjadi buku romance yang out of the box, beda, langka, dan mengandung romansa tak biasa. Adakalanya kejujuran jauh lebih menyedihkan dan mengerikan dari kebohongan, (Gloomy Gift halaman 184)
Gloomy Gift mengajarkan manusia mengenai keberanian, kesetiaan, kepercayaan, ketabahan, hingga kecerdasan. Bahwa semua hal tadi dibutuhkan sebagai dasar kekuatan cinta. Bahwa cinta akan selalu menemukan jalannya untuk menguji sepasang pria dan wanita. Maka, kemudaian menjadi hak dan kuasa kita apakah kita mampu bertahan ketika cinta adalah tentang menghadapi ketakutan terbesar kita.

Fitria Chusna Farisa | @fitriafarisa