CDWMIwKUMAA1pU7Bentang Pustaka kembali menggelar Angkringan Komik pada Jumat (25/4) lalu. Bertempat di Saung Garden Bentang Pustaka, Angkringan Komik yang digelar kali ketiga ini mengangkat tema Perempuan dan Komik. Hadir sebagai pembicara; Aisah Puspa komikus Love Deadline, Asti Hardi stroy liner Kelas Khusus Naga, dan Ulil Maulida editor komik Bentang Pustaka, . Sebagai moderator, M. Tanfidz Tamammuddin dari Forum Komik Jogja membawa suasana Angkringan Komik dengan seru dan hangat. Selain itu, kehadiran para komikus dan anggota komunitas-komunitas komik di Jogja menambah cair atmosfer Angkringan Komik.

Pembicara sharing pengalaman dan ilmu tentang komik, inspirasi, latar belakang pendidikan, dan lain lain. “Aku pribadi bukan berasal dari jurusan DKV seperti komikus pada umumnya, basic pendidikanku psikologi. Tapi justru dari ilmu psikologi itu aku jadi dapat inspirasi bahwa dari apa yang aku pelajari bisa dibuat cerita dalam bentuk komik,” aku Aisah.

Disinggung perihal komik dan perempuan, menurut Asti, tidak selalu komikus perempuan membuat komik dengan genre romance. Ia pribadi justru tidak pernah membuat komik dengan genre romance. Bahkan, Asti mengaku kurang suka dengan komik genre romance. Tegas Asti, tipe komik yang dibuat oleh perempuan tidak bisa digeneralisasikan. Sementara itu, sebagai editor komik, Ulil mengaku mengedit naskah komikus perempuan maupun laki-laki sama saja. “Sama-sama seru, sama-sama asyik, sama-sama kadang menjengkelkan. Para komikus punya cara masing-masing,” tutur Ulil sambil terkekeh. Setelah sharing ilmu dan pengalaman, dilangsungkan sesi tanya jawab pembicara dengan peserta. Antsusiasme peserta menciptakan suasana diskusi yang seru dalam Angkringan Komik.

Sebelum acara berakhir, salah satu peserta dari Forum Komik Jogja memberi kesan, “Saya sangat senang dan bersyukur dengan adanya acara Angkringan Komik. Acara ini sangat bagus, karena bisa mempertemukan komikus dengan orang-orang yang tertarik pada dunia komik. Semoga acara ini terus berlanjut ke depannya.”

Fitria Chusna Farisa