Pertama, mari kita panjatkan syukur kepada globalisasi dan kemajuan teknologi serta informasi karena telah membuka berbagai banyak pintu kesempatan kepada masyarakat dari berbagai strata sosial.

Ya, berkat adanya kemajuan teknologi dan sistem informasi yang lalu berdampak pada globalisasi, masyarakat kini memiliki akses ke berbagai bidang yang tadinya tak tersentuh. Masyarakat kini dapat dengan mudah mencari berbagai data dan koneksi di internet tanpa mengeluarkan banyak biaya. Tidak hanya itu, internet juga membuka peluang yang besar bagi siapapun untuk berwiraswasta tanpa banyak mengeluarkan modal. Dengan kata lain, internet mendorong munculnya startup dan memupuk jiwa kewirausahaan masyarakat.

Istilah startup sudah seringkali kita dengar di berbagai media. Namun apa sebenarnya startup itu? Startup adalah usaha rintisan baru yang berada dalam tahap pengembangan dan riset untuk mendapatkan suatu inovasi dan terobosan baru dalam dunia bisnis. Meski sering didefinisikan sebagai bisnis yang menggunakan internet sebagai platformnya dan bersifat digital, namun startup sebenarnya tidak harus selalu memenuhi kedua definisi diatas.

Namun perlu diketahui bahwa memang internet dapat menjadi platform yang murah dan menguntungkan dalam pengembangan usaha startup. Karena Internet mempertemukan segala macam orang dalam satu ruang, satu dimensi yang maya, dengan biaya yang murah atau bahkan tanpa biaya. Sehingga tidak mengherankan apabila mayoritas startup menggunakan internet sebagai platformnya.

Semakin populernya startup dikalangan anak muda dan mahasiswa, menumbuhkan semangat entrepreneurship dalam diri generasi muda. Kini anak muda dan mahasiswa berlomba-lomba untuk memulai startup nya dan menggali inovasi-inovasi baru dalam dunia bisnis. Salah satu contoh startup yang berhasil di Indonesia adalah Tokopedia dan Traveloka.com. Kedua startup tersebut berbasis di internet dan dirintis dengan modal yang kecil, meski sekarang telah berhasil menjaring keuntungan yang cukup banyak.

Modal kini tidak lagi menjadi persoalan bagi anak muda ataupun mahasiswa yang ingin mencoba memulai startup. Hanya dengan bermodalkan ide dan tekad, setiap orang dapat memulai startupnya sendiri. Karena kini telah banyak perusahaan-perusahaan besar yang bersedia memodali dan menjadi inkubator dalam pengembangan startup. Seperti Fenox Venture Capital yang kini bekerjasama dengan Indigo Incubator milik Telkom dan melancarkan program Fenox Indigo di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan startup-startup di Indonesia. Memberikan modal bagi para pemilik ide untuk memulai startupnya dan menjadi inkubator bagi 4 bulan pertumbuhan awal startup tersebut.

Dalam waktu dekat ini, Bentang Pustaka akan menerbitkan sebuah buku baru, Startupedia, yang akan membahas segala macam aspek terkait startup. Buku ini ditulis oleh Anis Uzzaman, salah satu founder dari Fenox Venture Capital, dan penulis buku best seller Jepang yaitu ‘Startup Bible’. Startupedia ini didedikasikan bagi para pejuang startup di Indonesia yang membutuhkan berbagai tips dan trik memulai startup dari nol.

Talitha Fredlina Azalia | @tithawesome