JAKARTA, KOMPAS.com — Blusukan bukan hanya monopoli Gubernur DKI Jakarta yang juga presiden terpilih Joko Widodo. Blusukan bukan hanya gaya politik. Di bidang sepak bola, pelatih penggawa tim Garuda U-19, Indra Sjafrie, adalah satu-satunya tokoh olahraga yang populer suka blusukan.

Indra keliling ke 34 provinsi di Indonesia untuk mencari pemain-pemain muda sepak bola berbakat. Hasilnya, Piala AFF U-19 akhirnya digenggam Indonesia pada 2013 setelah di final para penggawa muda hasil blusukan Indra menekuk Vietnam lewat adu penalti (7-6) di Sidoarjo. Ini adalah piala resmi pertama yang didapat tim sepak bola nasional Indonesia dalam 22 tahun terakhir.

Mizan Productions mengangkat kisah blusukan Indra Sjafrie dalam film layar lebar Garuda 19. Film yang ceritanya dikembangkan dari dua buku terbitan Bentang Pustaka, yaitu Semangat Membatu karya FX Rudi Gunawan dan Guntur Cahyo Utomo serta buku Menolak Menyerah karya FX Rudi Gunawan, akan tayang perdana pada 9 Oktober 2014 mendatang.

“Film Garuda 19 adalah film tentang perjuangan pembentukan timnas U-19. Para pelatih, pemain, dan masyarakat Indonesia sama-sama bermimpi memiliki tim sepak bola yang tangguh yang memberikan harapan untuk meraih kemenangan. Oleh karenanya, film ini menjadi penyemangat untuk terus mendukung timnas U-19,” demikian siara pers yang diterima Kompas.com, Minggu (28/9/2014).

Di tengah dualisme federasi sepak bola Indonesia, film ini bertutur tentang semangat pantang menyerah. Fasilitas yang minim, dana yang terbatas, dan kondisi persepakbolaan Tanah Air yang karut-marut tak menggentarkan Indra Sjafrie membentuk tim sepak bola tangguh. Ini bukan kisah fiksi. Ini kisah nyata.

Di film ini ada Yazid (anak muda asal Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara), Sahrul (anak Ngawi, Jawa Timur), dan Yabes (anak Alor, Nusa Tenggara Timur). Alam membentuk talenta mereka sebagai pemain bola. Yabes selalu berlari setiap habis berlatih bola dari lapangan Kota Alor menuju rumahnya di pegunungan. Yazid senang berenang dan bermain bola di pasir pantai. Syahrul mengasah kekuatan skill-nya lewat pertandingan antarkampung (tarkam).

Tentang Sahrul, Indra pernah bercerita, ia mendapatkan informasi tentang pemain belakang ini dari seorang tukang ojek (Baca: Tukang Ojek Berperan dalam “Blusukan” Indra Sjafri).

Indra dan tim pelatih menjemput mereka menjadi bagian bersama Evan Dimas dan kawan kawan dalam Garuda 19. Mereka sama-sama merasakan kepahitan dan kegembiraan selama pemusatan latihan.

Coach Indra dan tim pelatih lainnya harus menaikkan mental dengan menyuntikkan semangat membatu, termasuk bagaimana situasi perang urat saraf ketika melawan Korea Selatan untuk menentukan nasib mengikuti Piala Asia, Oktober 2014.

Film ini didukung aktor kawakan Mathias Muchus yang memerankan coach Indra Sjafrie dan disutradarai Andibachtiar Yusuf. Garuda 19 merupakan produksi ke-14 Mizan Productions.

Sumber: Kompas.com